
*Seret Nama Dekan dan Wakil Dekan, Kasus Penganiayaan Aktivis BEM Lanjut
SOLO,newsreal.id – Permohonan mediasi yang dilayangkan oknum sopir UNS berinisial Y kepada Ketua BEM Fakultas MIPA UNS M Khoirul Umam (19) ditolak.
Penolakan permohonan mediasi disampaikan Umam saat memenuhi undangan mediasi yang digelar, Kamis (7/9/2023) di Polresta Surakarta.
Baca : Aktivis`98 Marah Besar Kebebasan Berekspresi Mahasiswa UNS “Dikebiri”
Sebelumnya Umam mendapatkan surat mediasi tertanggal Selasa (5/9), dengan nomor surat B/1611/IX/RES.1.6./2023/Reskrim. Isi surat yakni permohonan Y untuk dilakukan mediasi.
“Kami menolak untuk diadakannya mediasi. Karena tindakan kekerasan ini banyak menimbulkan keresahan, baik dari diri saya selama beberapa minggu ini saya tidak bisa merasakan kenyamanan ketika berada di kampus, ada rasa trauma, dan lain sebagainya,” kata Umam seperti ditulis detik.com
Mahasiswa Prodi Fisika angkatan 2020 itu juga membantah pernyataan Dekan Fakultas MIPA, Drs Harjana, yang menilai persoalan ini adalah masalah pribadi antara korban dan terlapor.
Baca : Presiden Jokowi Ajak Australia Jaga Kedamaian dan Stabilitas Indo-Pasifik
“Dari kegiatan aksi yang saya lakukan, hingga adanya aksi kekerasan ini, pernah dikatakan oleh Pak Dekan jika itu masalah pribadi saya dengan pelaku. Saya tegaskan, saya tidak mengenal pelaku, dan tidak pernah berinteraksi. Tapi terjadinya kejadian ini setelah saya melakukan aksi-aksi yang mengangkat isu-isu keresahan mahasiswa,” ujarnya.
Umam mengatakan, kejadian dugaan penganiayaan itu terjadi seusai kegiatan eksplore Ormawa (pengenalan organisasi mahasiswa) pada Rabu (23/8). Setelah itu dia dipanggil ke Rektorat untuk dimintai klarifikasi.
Baca : Ada Spanduk Bertuliskan “Rektor UNS Korupsi ” Terpasang di Kampus UNS
Di perjalanan saat kembali dari Rektorat ke Fakultas MIPA, korban mengaku dipukul oleh Y. Tindakan kekerasan itu kembali dilakukan saat korban sudah tiba di FMIPA.
Korban menduga, kejadian ini tak lepas dari aksi propaganda yang ia lakukan. Sebab, dia pernah menulis kritikan pada mobil kampus yang berdebu sehingga membuat Y terkena sanksi.
Baca : Diperiksa Kejati Jateng 6,5 Jam, Forum Peduli UNS Tunjukkan Bukti Kuat Dugaan Korupsi UNS
Penyidikan
Kuasa hukum korban, Juanda mengatakan, dari berkas yang dia pelajari, ada dugaan penganiayaan disertai ancaman yang dilakukan terlapor kepada korban. Sehingga mereka tak ingin kasus ini berujung damai.
“Kasus ini tidak terpisah dari kejadian-kejadian sebelumnya, ini merupakan satu bagian. Dari koordinasi kami dengan penyidik tadi, pihak penyidik berkomitmen. Sehingga jelas kasus ini akan lanjut terus,” kata Juanda.
Baca : BEM UNS Siap Kawal Pengungkapan Dugaan Kasus Korupsi RKA UNS 2022
Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Sunandar mengatakan, proses penyelidikan telah dilakukan, termasuk memeriksa tempat kejadian perkara (TKP). Sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan.
“Pemeriksaan saksi dan cek TKP sudah kita lakukan, ini tinggal kita gelarkan. Apakah hal tersebut pantas kita naikkan ke penyidikan dengan beberapa bukti-bukti yang sudah ada,” kata Agus kepada awak media di Mapolresta Solo, Senin (4/9). (bun, dtk)
Baca : Proyek Food Estate Kolaborasi Kementerian Antisipasi Krisis Pangan
155 Ribu Warga Binaan Dapat Remisi Lebaran, 1.162 Orang Langsung Bebas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sebanyak 155.908 warga binaan di seluruh Indonesia menerima remisi khusus Idul Fitri 1447 H/2026. Kebijakan ini ditegaskan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai bentuk penghargaan...
KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah Sejak 19 Maret
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026) malam. Juru Bicara...
Empat Oknum TNI Ditahan, Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat personel TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komandan Puspom TNI,...
KPK Bongkar Peran “Gus Alex” di Skandal Kuota Haji
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran penting Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex dalam kasus dugaan korupsi pengaturan kuota dan penyelenggaraan haji di...
BNN Musnahkan 34 Kg Narkoba, 147 Ribu Jiwa Disebut Terselamatkan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Narkotika Nasional memusnahkan sebanyak 34,21 kilogram barang bukti narkotika hasil pengungkapan sembilan kasus, yang disebut telah menyelamatkan sekitar 147.340 jiwa. Pelaksana Tugas...
Polisi Periksa Tujuh Saksi dan Analisis 86 CCTV Usut Teror Air Keras ke Aktivis Kontras
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Polisi terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Andrie Yunus. Hingga kini,...
Aktivis Disiram Air Keras, Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus penyiraman diduga air keras terhadap seorang aktivis HAM memicu perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto disebut langsung memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas...
KPK Curiga ‘THR Pejabat’ Tak Cuma di Cilacap, Kepala Daerah Lain Diminta Hentikan Praktik Ini
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus dugaan “THR pejabat” di Cilacap membuka kotak pandora baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik pemberian tunjangan hari raya dari kepala daerah...
Kunker Virtual, Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Penegakan Hukum Proaktif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin menekankan pentingnya penegakan hukum yang proaktif, profesional, dan berintegritas kepada seluruh jajaran Kejaksaan Republik Indonesia menjelang Hari Raya...
Sembilan OTT KPK Sepanjang 2026, Tiga Kasus Terjadi Selama Ramadan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan sembilan operasi tangkap tangan (OTT) sejak awal tahun 2026. Penangkapan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menjadi OTT...
KPK Sita Uang Tunai dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama 26 orang...
Menteri HAM Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Kontras, Desak Polisi Usut Tuntas
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Natalius Pigai selaku Menteri Hak Asasi Manusia mengutuk keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban...

