
NEWSREAL.ID, MAKASSAR- Komisi III DPR RI mulai mematangkan draf baru Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset. Aturan yang sudah lama ditunggu publik ini ditargetkan segera dibahas bersama pemerintah pada tahun 2025.
Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman menyatakan, penyusunan draf dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai kalangan. Ia menegaskan DPR ingin memastikan setiap masukan masyarakat terakomodasi sebelum draf tersebut dibawa ke meja pembahasan.
“Sudah disiapkan dan terbuka dengan mengundang partisipasi masyarakat seluas-luasnya, akademisi, civil society, dan publik umum untuk menerima masukan,” kata Benny saat kunjungan kerja ke Polda Sulsel, Jumat (12/9).
Benny mengungkapkan draf yang disusun saat ini akan berbeda dari rancangan sebelumnya. “Pasti ada perubahan. Sekarang masih disiapkan, belum dibahas,” ujarnya.
Meski begitu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Rusdi Masse mengaku belum mendalami substansi draf RUU tersebut. “Saya tidak tahu jawab itu pertanyaan, karena saya baru di Komisi III, baru beberapa hari,” katanya singkat.
Rancangan Baru
Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menambahkan DPR memang cenderung akan mengajukan rancangan baru. Namun, pembahasan diperkirakan digelar setelah RUU KUHAP rampung.
“DPR akan mengajukan rancangan undang-undang baru perampasan aset. Tapi pembahasannya nanti setelah KUHAP selesai,” kata Yusril di Makassar, Kamis (11/9).
Desakan agar RUU Perampasan Aset segera dibahas kian kuat setelah gelombang unjuk rasa publik pada 25-31 Agustus lalu. Fraksi Demokrat dan Golkar termasuk yang paling vokal menyuarakan percepatan.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron menegaskan pihaknya siap terlibat aktif. “Kalau memang itu sudah menjadi pembahasan, kami siap,” ujarnya. Kendati demikian, ia menekankan pembahasan tetap menunggu kesepakatan fraksi lain serta perkembangan sejumlah RUU prioritas lain.
Dari Fraksi Golkar, Sekjen sekaligus Ketua Fraksi Sarmuji menegaskan dukungan penuh. Ia menilai RUU ini memiliki banyak aspek krusial sehingga butuh kajian matang, bukan sekadar mengikuti desakan publik.
“Fraksi Golkar sudah lama menegaskan siap membahas RUU ini. Kami berharap pembahasan dilakukan dengan cermat agar keberadaan undang-undang benar-benar memberi manfaat optimal bagi negara,” katanya.
DPR dan pemerintah sebelumnya telah menyepakati penyelesaian RUU Perampasan Aset dalam Prolegnas 2025. Ketua Badan Legislasi DPR, Bob Hasan, menyebut target penyelesaian tetap dikejar tahun ini.
“Targetnya tahun ini semuanya harus dibereskan,” ujar Bob usai memimpin rapat evaluasi Prolegnas, Rabu (9/9).
Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas memastikan Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh percepatan pembahasan. “Keputusan politiknya sudah jelas. Tahun ini undang-undang perampasan aset masuk prioritas 2025,” tegasnya. (tb)
Marahnya JK, Hingga Sebut-sebut Termul
JAKARTA, newsreal.id – Nada tinggi Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) terdengar di hadapan wartawan saat jumpa pers di kediamannya, Jakarta...
MBG Berdampak baik bagi Ekonomi Masyarakat, Ini Penilaian Gubernur Lemhanas
JAKARTA,newsreal.id – Program makan bergizi gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah menuai reaksi pro dan kontra. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace...
PDIP Desak PBB Lebih Tegas ke Israel Usai Delapan Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit TNI di Lebanon harus menjadi momentum bagi PBB untuk bersikap lebih tegas terhadap Israel....
DPR Dorong Perlindungan Pekerja Kreatif, Kasus Amsal Jadi Sorotan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah mendorong kementerian-kementerian strategis untuk berkolaborasi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja kreatif, menyusul kasus yang menimpa videografer...
Andrie Yunus Masih Dirawat Intensif, Kontras: Kondisi Belum Stabil
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Indria Fernida, mengungkapkan kondisi Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air...
DPR Usul Pelanggaran THR Dijerat Pidana, Bukan Sekadar Sanksi Administratif
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendorong pelanggaran pembayaran tunjangan hari raya (THR) oleh perusahaan agar dipertimbangkan masuk ranah pidana, tidak lagi...
Prabowo-Megawati Bertemu Dua Jam di Istana, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka, Kamis (19/3). Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu...
PKS Jateng Buka Sembilan Posko Mudik
NEWSREAL.ID, SEMARANG- PKS Jawa Tengah menyiapkan sembilan posko mudik Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah titik strategis. Posko ini disiapkan buat bantu pemudik yang melintas...
Megawati Pilih DPP PDIP untuk Open House Lebaran
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, akan menggelar open house Lebaran Idulfitri tahun ini di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. Baca Juga Hasto...
Kasus Bupati Cilacap, Cak Imin Ingatkan Kepala Daerah PKB: Jangan Dekati Korupsi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kasus korupsi yang menjerat Bupati Cilacap menjadi peringatan keras di internal Partai Kebangkitan Bangsa. Ketua Umum PKB Cak Imin meminta seluruh kepala daerah...
RUU Hak Cipta Disiapkan DPR, Karya Jurnalistik Bakal Punya Royalti
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Karya jurnalistik tak lagi bisa sembarangan disadur atau disebarluaskan tanpa izin. DPR tengah menyiapkan revisi Undang-Undang Hak Cipta yang bakal memberi perlindungan sekaligus...
Haji 2026 Ditunda karena Perang? DPR: Belum Ada Pengumuman dari Arab Saudi
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar soal kemungkinan ibadah haji 2026 ditunda gara-gara situasi panas di Timur Tengah sempat bikin banyak calon jemaah deg-degan. Tapi sampai sekarang, pemerintah...

