Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Nasional

Tak Ada Bupati Bersih, Wamendagri: Jangan Digeneralisasi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Jumat, 23 Januari 2026 19:40 WIB
Tak Ada Bupati Bersih, Wamendagri: Jangan Digeneralisasi
NEWSREAL.ID - Wamendagri Bima Arya. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto merespons pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Bursah Zanubi, yang menyebut tidak ada bupati yang tidak korupsi.

Bima menilai pernyataan tersebut keliru dan berpotensi menggeneralisasi kepala daerah. “Saya kira pernyataan itu tidak pas. Benar bahwa banyak kepala daerah tersangkut korupsi, tapi tidak bisa digeneralisasi,” kata Bima melalui pesan singkat, Jumat (23/1/2026).

Bima mengakui data Kementerian Dalam Negeri mencatat sekitar 500 kepala daerah pernah terseret kasus korupsi. Namun, angka tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh kepala daerah di Indonesia melakukan hal yang sama.

“Saya mengenal kepala daerah yang bersih, berintegritas, hidup sederhana, dan bekerja keras,” ujarnya. Bima juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Bursah Zanubi, yang juga menjabat sebagai Bupati Lahat, untuk mengklarifikasi maksud pernyataan tersebut.

“Menurut beliau, konteksnya bukan menyatakan semua kepala daerah korupsi. Maksudnya, semua kepala daerah menghadapi situasi dan tantangan yang sama,” jelas Bima. Pernyataan Bursah sebelumnya menuai polemik setelah ia menyebut tidak ada kepala daerah yang tidak korupsi. Ia berdalih gaji bupati yang hanya sekitar Rp5,7 juta per bulan menjadi salah satu pemicu.

Tambahan Anggaran

Bursah bahkan mengaku pernah meminta tambahan anggaran sebesar Rp400 juta untuk setiap kabupaten kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Menurutnya, tambahan tersebut diperlukan agar kepala daerah tidak tergoda melakukan korupsi. “Di antara kita itu tidak ada yang nggak korupsi. Ada yang kecil, ada yang besar, ada yang sial dan ada yang nggak sial,” kata Bursah.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut merespons pernyataan tersebut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menilai praktik korupsi kepala daerah mencerminkan krisis kepemimpinan yang masih menjadi masalah serius. “KPK kembali mengingatkan bahwa korupsi kepala daerah masih menjadi persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan daerah,” ujar Budi.

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengecam keras pernyataan Bursah karena dinilai menormalisasi praktik korupsi di tingkat daerah. Peneliti ICW, Yassar Aulia, menyatakan seharusnya informasi tersebut disampaikan kepada aparat penegak hukum, bukan justru dilontarkan ke publik dengan nada pembenaran.

“Kami mengecam keras pernyataan Bursah Zanubi yang seakan menggampangkan praktik korupsi kepala daerah. Ini bisa menurunkan semangat pemberantasan korupsi,” tegas Yassar. (tb)

Berita Terbaru

Menhub Pastikan Mudik-Balik Lancar

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan seluruh fasilitas transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan optimal. Pernyataan itu disampaikan saat...

Usai Lebaran, ASN WFH 1 Hari per Pekan, Pemerintah Klaim Hemat BBM hingga 20 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Lebaran 2026. Skema ini dirancang sebagai langkah efisiensi energi...

Arus Balik Lebaran, KAI Siapkan 293 Ribu Kursi ke Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan ketersediaan kursi kereta api untuk arus balik Lebaran 2026 masih aman. Tercatat, sebanyak 293.937 tempat duduk masih...

Arus Balik Lebaran, Polri Minta Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 26-27 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol saat arus balik Lebaran pada 26–27 Maret 2026 guna mengurai kepadatan kendaraan....

Ini Daftar Wilayah RI Berpotensi Paling Panas di Kemarau 2026 Versi BMKG

NEWSREAL.ID, JAKARTA– BMKG memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami suhu lebih panas selama musim kemarau 2026, meski tidak seekstrem tahun 2024. Dalam laporan Climate...

Prabowo Buka Alasan RI Gabung BoP

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Keputusan itu disebut sebagai...

Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Jejaknya dari Bisnis hingga Olahraga

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia bisnis dan olahraga Indonesia. Pimpinan Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu...

Resmi! Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan langsung...

Diskon 30 Persen Diserbu, 280 Ribu Penumpang KA Berangkat dari Jakarta

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Program diskon tarif 30 persen kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026 mendapat respons tinggi. PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat sekitar 280...

Puncak Mudik Via Laut Tembus 28 Ribu Penumpang, Pelni Lampaui Target

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan pemudik via jalur laut mencapai puncaknya pada Rabu (18/3), dengan jumlah penumpang kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menembus lebih dari 28...

Diserbu Pemudik! 730 Ribu Tiket Kereta Lebaran 2026 Ludes Terjual

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Minat masyarakat untuk mudik naik kereta api melonjak tajam. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 734.293 tiket KA jarak...

BGN Gandeng Kejagung Awasi Program MBG

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memperkuat pengawasan penggunaan anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini tersebar di...