Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Sri Mulyani Atur Efisiensi Anggaran 2026, 15 Jenis Belanja Ini Diperketat

Tim Redaksi, Newsreal.id
Kamis, 7 Agustus 2025 18:03 WIB
Sri Mulyani Atur Efisiensi Anggaran 2026, 15 Jenis Belanja Ini Diperketat
NEWSREAL.ID - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ist)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati resmi menerbitkan aturan efisiensi anggaran untuk kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) pada tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 56 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pelaksanaan Efisiensi Belanja dalam APBN.

“Dalam rangka menjaga keberlanjutan fiskal dan mendukung program prioritas pemerintah, dilakukan penyesuaian belanja negara melalui efisiensi belanja dalam APBN,” bunyi Pasal 2 ayat (1) PMK tersebut, dikutip Kamis (7/8).

Efisiensi tidak hanya menyasar belanja K/L, tetapi juga dana transfer ke daerah (TKD). Kebijakan ini merupakan gelombang kedua penghematan anggaran di era Presiden Prabowo Subianto, setelah sebelumnya melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 berhasil menghemat belanja K/L senilai Rp256,1 triliun dan TKD sebesar Rp50,59 triliun.

PMK tersebut menegaskan 15 jenis belanja yang perlu dihemat, antara lain alat tulis kantor, kegiatan seremonial, rapat, seminar, dan sejenisnya, kajian dan analisis, diklat dan bimtek. honor output kegiatan dan jasa profesi, percetakan dan souvenir, sewa gedung, kendaraan, dan peralatan dan lisensi aplikasi. Selain itu, ada jasa konsultan, bantuan pemerintah, pemeliharaan dan perawatan, perjalanan dinas, peralatan dan mesin hingga infrastruktur.

Item tersebut identik dengan yang tercantum dalam Surat Menkeu S-37/MK.02/2025, namun tidak disebutkan secara spesifik besaran efisiensi yang harus dipenuhi K/L.

Arahan Presiden

Sri Mulyani memiliki kewenangan menyesuaikan item efisiensi sesuai arahan Presiden. K/L nantinya akan menerima surat resmi berisi besaran efisiensi masing-masing dan wajib menyesuaikan rencana belanja, jenis anggaran, dan sumber dananya.

Namun, angka efisiensi yang ditetapkan tidak dapat diganggu gugat. Setelah mendapat persetujuan dari DPR, penghematan akan diblokir dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Selain K/L, PMK juga mengatur tata cara efisiensi dana TKD. Ada lima sektor yang menjadi sasaran infrastruktur dan sejenisnya, dana otonomi khusus dan keistimewaan, dana yang belum dialokasikan per daerah, dana yang tidak digunakan untuk pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan serta TKD lainnya yang ditentukan

Dana TKD hasil efisiensi akan dicadangkan dan tidak langsung disalurkan, kecuali atas instruksi Presiden. Hingga kini belum diumumkan target efisiensi 2026, baik dari K/L maupun TKD. Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2026 pada 15 Agustus 2025 mendatang. (ct)

Berita Terbaru

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Ombudsman Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor 150 Ribu Mobil Niaga dari India

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Rencana pemerintah mengimpor 150 ribu mobil niaga dari India untuk mendukung logistik Koperasi Desa menuai sorotan. Ombudsman RI menyarankan agar kebijakan tersebut dievaluasi...

Mudik Lebaran 2026, PT Pelni Beri Diskon Tiket 30 Persen

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Kabar baik buat calon pemudik jalur laut. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tiket kapal sebesar 30 persen selama periode mudik Lebaran...

Leave a comment