
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR RI kembali menggulirkan wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) dari langsung ke tidak langsung, atau dipilih melalui DPRD.
Alasan utama yang dikemukakan adalah tingginya biaya politik, maraknya politik uang, hingga instabilitas hukum yang mengiringi proses pilkada langsung.
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Indrajaya menyebut, pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang memakan anggaran hingga Rp41 triliun menjadi momentum evaluasi.
“Pilkada 2024 adalah puncak pilkada serentak nasional dari 5 gelombang sejak 2015. Ini saatnya menjadi pilkada langsung terakhir,” ujar Indrajaya dalam pernyataan tertulis, Rabu (6/8).
PKB mengemukakan tiga alasan pokok mendesak pilkada tak langsung yakni pertama tingginya ongkos politik. Biaya penyelenggaraan Pilkada 2024 diproyeksikan mencapai Rp41 triliun, meningkat drastis dibanding Pilkada sebelumnya.
Selain itu, biaya kampanye kandidat yang mengandalkan sponsor kerap menjerumuskan kepala daerah dalam pusaran praktik korupsi.
Kedua, instabilitas hukum. Indrajaya menyoroti UU Pilkada yang kerap mengalami perubahan. Tercatat empat kali revisi sejak 2015, ditambah dengan 35 gugatan uji materi di Mahkamah Konstitusi hanya sepanjang 2024. “Ini menandakan UU tersebut tidak matang dan penuh tarik-menarik kepentingan,” tegasnya.
Ketiga, maraknya politik uang dan netralitas ASN. Politik transaksional dianggap tak terkendali. Modus money politics makin canggih dan kerap terbongkar dalam sidang sengketa hasil pilkada di MK. Netralitas aparatur sipil negara (ASN) juga dinilai terganggu, terutama saat ada petahana yang maju kembali.
Tersandung Korupsi
PKB juga mengutip data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mencatat 22 gubernur dan 148 bupati/wali kota tersandung kasus korupsi sejak 2004. Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW)mencatat253 kepala daerah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam kurun waktu 2010-2018. “Fakta ini menunjukkan bahwa sistem pilkada langsung belum sepenuhnya melahirkan pemimpin bersih dan berintegritas,” tambah Indrajaya.
Usulan pilkada tak langsung sebelumnya telah disampaikan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, saat Harlah ke-27 PKB di JCC Senayan pada 13 Juli lalu, di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Cak Imin menyebut mekanisme pemilihan langsung tidak lagi efisien dan rentan mudarat.
Hingga kini, tujuh dari delapan fraksi DPR telah menyampaikan sikap awal, namun belum menjadi keputusan resmi. DPR berencana membahasnya dalam RUU Omnibus Law Politik yang dijadwalkan baru akan digelar pada 2026.
Selain soal pilkada, pembahasan omnibus law tersebut juga akan menyentuh isu krusial lainnya seperti penghapusan presidential threshold, pemisahan jadwal pilpres dan pilkada, serta kenaikan dana bantuan partai politik. (tb)
Ambang Batas Parlemen Digugat, PDIP Jajaki Opsi Penghapusan
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyatakan masih mengkaji usulan penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen yang selama ini berlaku...
Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Golkar menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah menguatnya isu kocok ulang kabinet atau...
Isu Reshuffle Menguat, PDIP Ingatkan Pemerintah Utamakan Kinerja dan Kepentingan Rakyat
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan angkat bicara merespons isu kocok ulang kabinet (reshuffle) yang kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. PDIP menekankan agar reshuffle, jika benar...
PSI Pasang Target 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029
NEWSREAL.ID, DENPASAR- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Umum 2029. Partai yang mengusung citra anak muda ini memasang target ambisius untuk...
Rahayu Saraswati Patuhi Putusan MKD, Tetap Jalani Tugas Legislator
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Polemik pengunduran diri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berakhir setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil keputusan. Legislator Gerindra itu...
DPR Pastikan Perhatikan Partisipasi Publik dalam Pembahasan RUU Pemilu
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan tetap memperhatikan partisipasi publik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mulai digodok...
Soal OTT Sudewo, Gerindra Jateng Pilih Tunggu KPK
NEWSREAL.ID, JAKARTA- DPD Partai Gerindra Jawa Tengah akhirnya buka suara terkait penangkapan Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai...
Usul E-Voting Pilkada Mengemuka, Pemerintah dan DPR Buka Pintu Kajian
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana penerapan e-voting dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali mencuat. Pemerintah bersama DPR menyatakan terbuka untuk mengkaji usulan yang dilontarkan PDI Perjuangan (PDIP)...
Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi III DPR RI mulai membahas pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Keahlian DPR, Kamis...
PDIP Dorong Penyederhanan Sistem Multi-Partai
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) mengusulkan reformasi sistem politik nasional dengan menitikberatkan pada penyederhanaan sistem multi-partai. Usulan tersebut muncul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I...
Komisi II Undang Pakar dan Akademisi, Bahas Wacana Pilkada via DPRD
NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi II DPR RI berencana membuka ruang diskusi publik terkait wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Dalam waktu satu bulan ke...
PDIP Keukeuh Bela Pilkada Langsung
NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan kembali menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Bagi PDIP, pilkada langsung bukan sekadar teknis pemilu, tapi menyangkut...

