Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

Ekonom: Sektor Kehutanan Perlu Reformasi Agar Kembali Jadi Motor Ekonomi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 16 September 2025 15:16 WIB
Ekonom: Sektor Kehutanan Perlu Reformasi Agar Kembali Jadi Motor Ekonomi
NEWSREAL.ID - DISKUSI KEHUTANAN: Ekonom Celios Nailul Huda (kanan) dan Pakar kehutanan dari IPB Prof. Sudarsono Sudomo (kiri) menyampaikan pemaparan dalam diskusi "Ketelusuran Industri Kayu Indonesia: Tantangan dan Solusi" yang digelar Forwatan, di Jakarta, Senin (8/9/). (Foto: Celios)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Sektor kehutanan yang pernah menjadi tulang punggung ekonomi nasional kini dinilai tengah menghadapi masa suram. Para ekonom dan pakar kehutanan menegaskan, tanpa reformasi regulasi dan dorongan investasi, industri ini akan semakin terpuruk dan kehilangan perannya sebagai pengungkit ekonomi.

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menyebut sektor kehutanan kini sudah masuk kategori sunset industry. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) merosot tajam dari 0,7 persen menjadi hanya 0,36 persen.

“Kontribusi investasi domestik hanya sekitar 1 persen, sedangkan investasi asing bahkan cuma 0,02 persen. Padahal kalau dikelola optimal, sektor kayu bisa jadi pengungkit ekonomi,” ujarnya dalam diskusi bertajuk Ketelusuran Industri Kayu Indonesia: Tantangan dan Solusi, Selasa (16/9).

Menurut Huda, meski produksi kayu masih tumbuh, industri pengolahan justru melemah. Sektor gergajian hingga kayu lapis mengalami penurunan, sementara ekspor kayu Indonesia dalam empat tahun terakhir terus melemah, meski sempat melonjak pada dekade sebelumnya.

Pakar kehutanan IPB, Prof. Sudarsono Sudomo, menilai regulasi yang berlaku justru membebani pelaku usaha. Ia mencontohkan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang tidak memberi manfaat nyata bagi petani maupun pengusaha kecil.

“Setiap aturan pasti ada cost. Kalau manfaat lebih besar, itu wajar. Tapi kenyataannya, aturan seringkali lebih mahal daripada manfaatnya. Banyak petani bahkan tidak tahu sertifikat SVLK-nya di mana,” ungkapnya.

Menurun Drastis

Data menunjukkan, sejak 1990 hingga 2023, jumlah perusahaan kehutanan menurun drastis. Dari sekitar 600 unit usaha di hutan alam, kini hanya sekitar 250 yang masih aktif. Menurut Sudarsono, tren ini menandakan bahwa industri kehutanan kehilangan daya tarik dan kalah bersaing dengan sektor lain seperti perkebunan dan perikanan.

Pengamat kehutanan Petrus Gunarso menambahkan, hambatan terbesar investasi di sektor kehutanan adalah regulasi yang rumit dan minimnya jaminan keamanan. “Saat ini dari 34 juta hektare hutan produksi, sebagian besar sudah habis, hanya lahannya yang tersisa. Kementerian Kehutanan lebih fokus memanen kayu ketimbang menanam hutan produksi,” jelasnya.

Sebagai solusi, Petrus mendorong pengembangan hutan desa melalui pemberdayaan masyarakat setempat. Menurutnya, kerja sama lintas kementerian, khususnya antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Desa, perlu diperkuat untuk mendukung program social forestry.

“Kalau mau ada investasi, harus ada penanaman. Dalam 20 tahun, industri kehutanan bisa bangkit kembali kalau kita konsisten menanam,” tegasnya. (ct)

Berita Terbaru

Garuda Indonesia Tekor Rp5,4 Triliun Sepanjang 2025

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Maskapai pelat merah Garuda Indonesia kembali mencatat kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Perusahaan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dollar AS atau setara...

BBM Asia Tenggara Naik Serentak Imbas Perang Iran, RI Masih Bertahan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak luas ke kawasan Asia Tenggara. Sejumlah negara kompak menaikkan harga bahan bakar...

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Leave a comment