Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Politik

Langkah Gus Rommy Tawarkan Jabatan Ketum ke Tokoh Eksternal Dikritik

Tim Redaksi, Newsreal.id
Rabu, 28 Mei 2025 00:53 WIB
Langkah Gus Rommy Tawarkan Jabatan Ketum ke Tokoh Eksternal Dikritik
NEWSREAL.ID - Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rusli Effendi. (dua dari kiri). (Foto: Ist)

JAKARTA– Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rusli Effendi, mengingatkan seluruh kader untuk menjaga muruah dan kehormatan partai menjelang Muktamar X.

Dirinya mengkritik tindakan M Romahurmuziy (Rommy), yang disebut-sebut menawarkan posisi ketua umum kepada tokoh-tokoh dari luar partai. Menurut Rusli, kader internal PPP memiliki kapasitas dan kompetensi yang mumpuni untuk memimpin partai. Ia menilai tidak perlu mencari sosok pemimpin dari luar.

“Sebagai kader yang bergerak dari bawah, saya melihat calon-calon dari internal PPP masih sangat layak. Mereka tidak kalah dengan tokoh eksternal manapun,” kata Rusli, Selasa (27/5).

Pernyataan Rusli merupakan respons atas kabar bahwa Rommy mengajak beberapa tokoh luar untuk maju dalam bursa ketua umum PPP, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Rommy menyebut Amran sebagai figur yang memenuhi kriteria, baik dari segi kepemimpinan maupun kemampuan logistik. Ia menilai rekam jejak Amran sebagai menteri di era Presiden Joko Widodo dan kini di bawah Presiden Prabowo Subianto membuktikan kapasitasnya.

Namun, Rommy juga menyebut bahwa Amran hingga kini belum memberikan kepastian dan masih mempertimbangkan tawaran tersebut karena kesibukannya menjalankan program ketahanan pangan nasional. “Pak Amran masih wait and see karena fokus pada tugas berat sebagai ujung tombak program pangan nasional,” kata Rommy, Senin (26/5).

Tidak Etis

Meski demikian, Rusli Effendi mengecam langkah Rommy, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak etis dan dapat merusak citra partai. “Menawarkan posisi ketua umum kepada pihak luar seolah menjadikan partai ini barang dagangan. Ini sangat tidak etis dan mencederai muruah PPP,” tegas Rusli.

Meski mengkritik keras langkah tersebut, Rusli menyatakan bahwa PPP tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, termasuk tokoh dari luar partai. Namun, ia menegaskan bahwa semua harus mengikuti mekanisme dan aturan main partai.

“Kami terbuka kepada siapa saja yang ingin bergabung dan berjuang bersama. Tapi tentu semua harus mengikuti mekanisme organisasi, sesuai AD/ART PPP. Hal seperti ini bukan hanya berlaku di PPP, tetapi juga di semua organisasi yang sehat,” pungkasnya. (tb)

Berita Terbaru

Ambang Batas Parlemen Digugat, PDIP Jajaki Opsi Penghapusan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menyatakan masih mengkaji usulan penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar empat persen yang selama ini berlaku...

Isu Reshuffle Mengemuka, Golkar Serahkan Nasib Kader di Kabinet ke Presiden

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Partai Golkar menyatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait posisi kadernya di kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto, di tengah menguatnya isu kocok ulang kabinet atau...

Isu Reshuffle Menguat, PDIP Ingatkan Pemerintah Utamakan Kinerja dan Kepentingan Rakyat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan angkat bicara merespons isu kocok ulang kabinet (reshuffle) yang kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. PDIP menekankan agar reshuffle, jika benar...

PSI Pasang Target 60 Kursi DPR pada Pemilu 2029

NEWSREAL.ID, DENPASAR- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik jelang Pemilihan Umum 2029. Partai yang mengusung citra anak muda ini memasang target ambisius untuk...

Rahayu Saraswati Patuhi Putusan MKD, Tetap Jalani Tugas Legislator

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pole­mik pengunduran diri Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berakhir setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengambil keputusan. Legislator Gerindra itu...

DPR Pastikan Perhatikan Partisipasi Publik dalam Pembahasan RUU Pemilu

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan DPR akan tetap memperhatikan partisipasi publik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang mulai digodok...

Soal OTT Sudewo, Gerindra Jateng Pilih Tunggu KPK

NEWSREAL.ID, JAKARTA- DPD Partai Gerindra Jawa Tengah akhirnya buka suara terkait penangkapan Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Partai...

Usul E-Voting Pilkada Mengemuka, Pemerintah dan DPR Buka Pintu Kajian

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Wacana penerapan e-voting dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali mencuat. Pemerintah bersama DPR menyatakan terbuka untuk mengkaji usulan yang dilontarkan PDI Perjuangan (PDIP)...

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi III DPR RI mulai membahas pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Badan Keahlian DPR, Kamis...

PDIP Dorong Penyederhanan Sistem Multi-Partai

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan (PDIP) mengusulkan reformasi sistem politik nasional dengan menitikberatkan pada penyederhanaan sistem multi-partai. Usulan tersebut muncul dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I...

Komisi II Undang Pakar dan Akademisi, Bahas Wacana Pilkada via DPRD

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Komisi II DPR RI berencana membuka ruang diskusi publik terkait wacana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Dalam waktu satu bulan ke...

PDIP Keukeuh Bela Pilkada Langsung

NEWSREAL.ID, JAKARTA- PDI Perjuangan kembali menegaskan penolakannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Bagi PDIP, pilkada langsung bukan sekadar teknis pemilu, tapi menyangkut...

Leave a comment