Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ekonomi Bisnis

KSPN: 126 Ribu Pekerja Kena PHK, Jateng Tertinggi

Tim Redaksi, Newsreal.id
Selasa, 11 November 2025 18:23 WIB
KSPN: 126 Ribu Pekerja Kena PHK, Jateng Tertinggi
NEWSREAL.ID - PIDATO DIREKSI: Para karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) saat mendengarkan pidato dari direksi terkait penutupan perusahaan, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui industri padat karya. Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mencatat, sebanyak 126.160 pekerja anggota KSPN kehilangan pekerjaan sepanjang 2022 hingga Oktober 2025.

Presiden KSPN, Ristadi menjelaskan, dari jumlah tersebut, 79.045 kasus PHK dilaporkan sepanjang 2024 dan 47.115 kasus terjadi pada Januari-Oktober 2025. Sebagian besar kasus berasal dari industri tekstil, garmen, dan sepatu.

“Total laporan PHK anggota KSPN sampai Oktober 2025 sebanyak 126.160 pekerja,” kata Ristadi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/11). Menurutnya, sektor tekstil, garmen, dan sepatu mendominasi hingga 79 persen atau sekitar 99.666 pekerja dari total korban PHK. Sisanya tersebar di sektor ritel, perkebunan, otomotif, hotel, mebel, hingga industri kertas.

PHK tersebut berasal dari 59 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) serta 13 perusahaan non-TPT. Tiga di antaranya merupakan pabrik berorientasi ekspor penuh.

Dari sisi wilayah, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah korban PHK terbanyak, mencapai 47.940 pekerja (38 persen). Disusul Jawa Barat (39.109 pekerja atau 31 persen), Banten (21.447 pekerja atau 17 persen), Sulawesi Tenggara (7.569 pekerja atau 6 persen), serta wilayah lain termasuk Jakarta dan NTB (8 persen).

Faktor Penyebab

Ristadi menyebut ada enam faktor utama pemicu PHK, yakni penurunan pesanan yang mendorong efisiensi tenaga kerja, berhentinya order hingga penutupan pabrik, mesin produksi usang sehingga kalah saing secara biaya dan perusahaan gagal bayar utang dan dinyatakan pailit. Selain itu, ada juga faktor produk bermerek kalah bersaing dengan barang impor, relokasi pabrik berorientasi ekspor ke wilayah dengan upah lebih rendah.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PHK menjadi salah satu penyumbang utama angka pengangguran nasional. “Dari total pengangguran sebesar 0,77 persen pada Agustus 2025 adalah mereka yang sebelumnya terkena PHK,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud.

Ia menambahkan, sebagian besar berasal dari industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan, dengan total pengangguran nasional mencapai 7,46 juta orang per Agustus 2025. (tb)

Berita Terbaru

Respons Imbauan WFH, Golkar Usul Prioritas di Tiga Provinsi

NEWSREAL.ID, JAKARTA –Wacana kebijakan work from home (WFH) untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah mendapat sorotan dari Partai Golkar. Mereka meminta...

Menkeu Rem Anggaran Baru K/L, APBN Dijaga Tetap Sehat

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah tegas dengan membatasi pengajuan anggaran baru dari kementerian dan lembaga (K/L). Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga...

Prabowo Panggil Airlangga Cs ke Istana, Efisiensi Anggaran dan WFA Dibahas

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah efisiensi pemerintah di tengah tekanan anggaran. Sejumlah pejabat...

Main Harga Pangan Jelang Lebaran? Siap-Siap Kena Pidana

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah memberi peringatan keras kepada pelaku usaha yang nekat memainkan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Tak hanya sanksi administratif, ancaman pidana juga disiapkan...

Blusukan ke Beringharjo, Purbaya Bantah Pasar Tradisional ‘Mati Suri’

NEWSREAL.ID, YOGYAKARTA– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pasar tradisional di Indonesia tidak mati suri, setelah melihat langsung aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo dan...

Utang RI Tembus 434,7 Miliar Dolar AS, BI: Masih Terkendali

NEWSREAL.ID, JAKARTA– Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada awal tahun 2026 tercatat masih dalam kondisi terkendali. Bank Indonesia (BI) mencatat total ULN Indonesia pada...

Eskalasi Perang AS-Iran Meningkat, Menkeu: APBN 2026 Masih Aman

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memang bikin ekonomi global ikut deg-degan. Tapi pemerintah Indonesia masih cukup santai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa...

Volume Logistik Diprediksi Melonjak 30 Persen Selama Ramadan

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ramadhan tak hanya membuat pasar dan dapur lebih sibuk. Sektor logistik nasional juga ikut “ngebut”. Distribusi barang diperkirakan melonjak hingga 30 persen, dipicu...

ATM Mulai Sepi, Warga RI Pindah ke Mobile Banking

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Mesin ATM di Indonesia perlahan mulai “ditinggalkan”. Bukan karena rusak, tapi karena masyarakat kini lebih nyaman bertransaksi lewat ponsel. Dari bayar tagihan sampai...

Menkeu: APBN Masih Tangguh Hadapi Badai Krisis Global

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi potensi krisis global, termasuk...

Timur Tengah Memanas, DPR Minta Pemerintah Percepat Kemandirian Energi

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Ketegangan geopolitik global yang meningkat mendorong DPR RI mendesak pemerintah mempercepat program kemandirian energi nasional. Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan...

Antisipasi Dampak Perang AS-Iran, Airlangga: Pasokan Energi RI Sudah Diamankan dari Luar Timur Tengah

NEWSREAL.ID, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gejolak pasokan energi akibat konflik global. Salah satunya dengan mengamankan sumber energi dari berbagai negara di...

Leave a comment